Babul Ilmi

Gerbang Segala Ilmu

Saturday, December 22, 2018

Menjadikan al-Quran Sebagai pemimpin dan Mempertahankan Akhlak Mulia

| Saturday, December 22, 2018
Menjadikan al-Quran Sebagai pemimpin Dan Mempertahankan Akhlak Mulia

Ambillah manfaat dari penjelasan Allah. Itukilah peringatan-Nya. Terimalah nasihat-Nya. Sesungguhnya Allah telah cukup memberimu alasan yang benderang, menurut kamu dengan hujjah yang paling kuat, menunjukkan kepadamu amal-amal yang disukai-Nya ataupun yang dibenci-Nya. Agar kamu mengikuti yang "itu" dan menjauhi yang "ini". Rasulullah Saw pernah bersabda: Surga dikelilingi dengan yang tak disukai nafsu, dan mereka dikelilingi berbagai kesukaannya.

Ketahuilah, tiada suatu ketaatan kepada Allah melainkan ia datang bersama keengganan hati. Dan tiada suatu kemaksiatan melainkan ia datang bersama kegemaran nafsu. Oleh karena itu, dirahmatilah oleh Allah seseorang yang menahan hatinya dari godaan nafsu. Sebab nafsu seseorang amat kuat tarikannya dan terus menerus menarik kearah kemaksiatan yang disukainya.

Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah, bahwa seorang mukmin selalu meragukan dirinya sepanjang hari, mengecam kelalaiannya sehingga mendorongnya agar menambah kebaikan amalannya. Berbuatlah kamu sekalian seperti yang diperbuat oleh para pendahulumu yang telah meninggalkanmu. Telah mereka bongkar dunia ini laksana musafir yang membongkar tiang-tiang kemahnya lalu bercepat-cepat melewati rambu-rambu perjalannya.

Ketahuilah bahwasanya al-Quran adalah pemberi nasihat yang tulus dan tak pernah menipu, pemberi petunjuk yang tak pernah menyesatkan dan pembicara yang tak pernah berdusta.Tidak seorang pun berkawan dengannya melainkan ia pasti beroleh kelebihan dan kekurangan. Yaitu kelebihan dalam kebenaran dan kekurangan dari kebutaan hati.

Ketahuilah tiada suatu kebutuhan setelah al-Quran, dan tiada suatu kecukupan sebelumal-Quran. Jadikanlah ia seabgai penawar segala penyakit yang kamu derita, dan penolong dalam  mengatasi segala nestapa. Dialah pengobat segala penyakit yang terparah berupa kekufuran, kemunafikan, kejahilan dan kesesatan. Mintalah dari Allah segala kebaikan dengan mengikuti al-Quran. Mendekatlah kepada Allah dengan mencintai al-Quran. Jangan memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba Allah dengannya. Tiada sesuatu sebaik al-Quran yang dapat dibawa seseorang ketika menghadapkan diri kepada Tuhannya. Ia adalah pemberi syafaat yang beroleh izin dari dikabulkannya syafaatnya. Ia adalah pembicara yang dipercaya ucapannya. Barangsiapa disyafaatkan baginya oleh al-Quran di hari kiamat, niscaya akan terkabulkan syafaatnya. Barangsiapa terbongkar rahasianyaoleh al-Quran di hari kiamat, niscaya takkan dapat terhindar. Akan terdengar seruan di hari kiamat: "Hai, sesungguhnya setiap penanam akan menjalani ujian atas tanamannya serta akibat usahanya kecuali penanam kebaikan al-Quran!"

Oleh sebab itu, jadilah kamu di antara para penanam dan pengikutnya. Jadikanlah ia sebagai petunjuk jalan menuju kepada Tuhanmu. Ikutilah nasihatnya dan curigailah pendapat diirimu sendiri bila berlawanan dengannnya, atau kecenderungan nafsumu bila menyimpang darinya.

Tetapkanlah dirimu dalam kebaikan amal. Ingatlah akan kedatangan akhir hayatmu. Tabahkanlah dirimu dalam istiqamah, kesabaran dan kebersihan jiwa. Masing-masing kamu pasti sampai ke akhir hidupnya, karena itu capailah hal  itu dalam ketobatan dan kebaikan. Kamu memiliki panji al-Quran, maka bernaunglah selalu di bawahnya.

Seseungguhnya agama Islam memiliki tujuan, maka perhatikanlah tujuannya itu. Berangkatlah menuju dengan melaksanakan hak-Nya yang diwajibkan atas kamu dan telah dijelaskan-Nya bagimu. Sungguh, aku akan menjadi saksi bagimu di hari kiamat kelak, membela kepentinganmu,. Ketahuilah, takdir terdahulu telah berlangsung Qadha yang lalu telah berdatangan dan aku kini ingin mengingatkanmu tentang janji Allah dan hujah-Nya, Dialah yang telah berfirman:

Orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah. kemudian mereka beristiqamah (senantiasa berjalan lurus di jalan Allah) akan turun kepada mereka para malaikat seraya berkata. "Janganlah takut dan jangan berduka-cita. Terimalah berita gembira tentang surga yang dijanjikan kepadamu.!" (QS: 41:30)

Dan kamu telah berkata: "Tuhan kami adalah Allah." Oleh sebab itu beristiqamahlah di jalan yan gtelah dijelaskan oleh kitab-Nya, sebab ia adalah perlintasan perintah-Nya serta teladan para hamba-Nya yang saleh. Jangan sekali-kali menjauh meninggalkannya, jangan mengada-ada di dalamnya dan jangan menyimpang dari garisnya. Agar kamu tak kehilangan bekal yang dapat menyampaikan kamu kepada ridha Allah di hari kiamat.

Jangan sekali-kali meninggalkan akhlak luhurmu ataupun memutarbaliknya. Kekanglah lidahmu, sebab ia bagai kuda amat liar yang nyaris melemparkan penunggangnya. Demi Allah, tak kulihat seorang hamba beroleh manfaat dari ketakwaannya kecuali bila ia senantiasa menjaga lidahnya. Seorang Mukmin, bila hendak mengatkan sesuatu, akan mempertanyakan terlebih dahulu dalam hatinya. Jika hal itu berupa kebaikan, ia akan mengungkannya, tapi jika itu berupa kejahatan, ia akan menutupinya. Adapun seorang munafik, selalu tak ragu mengucapkan apa saja yang melintas di lidahnya, tiada ia mengetahui apa yang menjadi bagian keutungannya ataupun kerugian yang akan dideritanya. Rasulullah saw, telah bersabda, "Takkan lurus iman seseorang sampai hatinya menjadi lurus, dan takkan lurus hatinya sampai lidanya menjadi lurus."

Karena itu, barangsiapa di antara kamu dapat menjumpai Allah, kelak, dalam keadaan suci dari noda yang menyangkut darah dan harta kaum Muslim, bersih lidahnya dari segala yang menyangkut kehormatan mereka, hendaknya ia saelalu bersungguh-sungguh berupaya untuk itu.

Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah bahwa seorang mukmin akan menghalalkan di tahun ini apa saja yang di halalkannya di tahun lalu, dan mengharamkan di tahun ini apa saja yang diharamkannya di tahun lalu.Segala yang  hanya di ada-adakan oleh manusia tidaklah dapat menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan Allah atas kamu, sebab yang halal adalah yang telah dihalalkan oleh Allah dan yang haram adalah yang telah diharamkan oleh Allah.

Kamu sekalian telah mengalami berbagai peristiwa serta mengujinya. Dan juga cukup beroleh pelajaran dari petaka yang menimpa orang-orang sebelum kamu. Untukmu telah diberikan beraneka-ragam permisalan dan kepadamu telah ditunjukkan jalan yang benderang. Oleh sebab itu, tiada akan membiarkan suara itu berlalu kecuali seorang tuli, dan tiada akan membiarkannya berlintas menjauh kecuali seorang buta. Barangsiapa tak bermanfaat baginya segala cobaan dan ujian, takkan bermanfaat baginya segala nasihat dan ucapan. Ia pun akan dikejutkan oleh akibat kelalaiannya yang tiba-tiba berada dihadapannya, sehingga saat itu ia baru akan mengenal apa yang diinginkannya fan mengingkari apa yang dikenalnya.

Manusia adalah satu dari dua: yang mengikuti jalan syari'ah atau yang melakukan perbuatan bid'ah, tiada teladan baginya dari Allah, tiada pula cahaya hujjah. Sungguh, tiada nasihat yang diberikan Allah untuk siapapun yang dengan sesuatu seperti al-Quran. Ia adalah tali Allah yang kuat, penyelamat yang tulus yang berasal dari-Nya. Ia adalah seminya hati, suburnya ilmu dan satu-satunya pengasah kalbu.

Namun, orang-orang yang berpegang padanya telah pergi, dan yang masih tinggal hanyalah mereka yang melupakannya. Maka bila seseorang dari kamu menyaksikan kebaikan, perkuatlah ia. Dan bila melihat kejahatan, pergilah meninggalkannya. Rasulullah Saw seringkali bersabda: Hai anak Adam lakukanlah kebaikan dan tinggalkanlah kejahatan, niscaya anda merengkuh kebahagiaan dengan semudah-mudahnya.

Ketahuilah ada tiga jenis kezaliman: yang tak terampuni, yang takkan dibiarkan dan yang diampuni meski tak di pujikan.

kezaliman yang tak terampuni ialah menyekutukan Allah dengan sesuatu, seperti dalam firman Nya: Sesungguhnya Allah takkan mengampuni bila Ia disekutukan dengan sesuatu selain-Nya. Adapun kezaliman yang dapat diampuni ialah perbuatan kezaliman seseorang atas dirinya sendiri dalam beberapa dosa kecil. Sedangkan kezaliman yang takkan dibiarkan ialah yang dilakukan di antara sesama manusia. Balasannya "disana" sungguh menyakitkan: bukan goresan dengan pisau ataupun dera dengan cambuk, tapi azab pedih yang menjandikan kedua bentuk hukuman itu amat remeh disampingnya.

Jangan sekali-kali mempermainkan Agama Allah. Bersatunya umat, meski dengan pengurbanan hakmu, jauh lebih baik daripada terkoyaknya persatuan meski kamu sendiri berhasil memperoleh sesuatu yang kamu inginkan. Sungguh Allah tiada pernah menjadikan perpecahan sebagai kebaikan bagi siapapun, baik bagi orang-orang yang telah berla;u ataupun mereka yang masih tinggal dan menjelang.

Hai manusia, bahagialah mereka yang disibukkan oleh kekurangan dirinya daripada memikirkan kekurangan orang lain. Bahagialah mereka yang lebih banyak berdiam dirumahnya, memasukkan diri dengan makanan dari rizki yang diperuntukkan baginya, mengisi waktuny dengan ketaatan kepada Tuhannya dan selalu meratapi dosa-dosanya. Ia sibuk dengan dirinya sendiri sementara manusia lainnya pun selam dari gangguannya.

Sumber: Mutiara Nahjul Balaghah, hal 45-49

Related Posts

1 comment:

  1. Masya allah, benar sekali hanya al-qur'an yang dapat menjadi pedoman kita dalam menjalani kehidupan yang hanya sementara ini

    ReplyDelete