Dalam kitab al-Nukat Wa al-'Uyun berkata al-Hafiz:
نازعه الشيخ تقي الدين ابن تيمية فقال: "إنما هذا اصطلاح للترمذي وغير الترمذي من أهل الحديث ليس عندهم إلا الصحيح والضعيف والضعيف عندهم ما انحط عن درجة الصحيح
“Shaykh Ibn Taymiyyah telah menentangnya seraya berkata, Istilah ini digunakan oleh Tirmidzi dan selain Tirmidzi serta para pakar hadis tidak ada pada mereka selain hadis sahih atau da'if. Hadis da'if dalam pandangan mereka adalah hadis yang derajatnya lebih rendah dari hadis sahih”. [2]
Sementara dalam kitab al-Mawqizah karya Imam al-Dzahabi yang di Syarah oleh Sharif Hatim Ibn 'Arif al-'Awni, dia berkata, "Telah disebutkan oleh penulis kitab dan para pakar hadis, Sesungguhnya (hadis) Hasan, menurut mayoritas ulama termasuk kedalam hadis sahih. Contohnya perkataan al-Hafiz Ibn Hajar dalam al-Nukat dan selainnya. Sesungguhnya ibn Khuzaymah, Ibn Hibban dan al-Hakim memasukkan (hadis) hasan kedalam (hadis) sahih, mereka adalah para ulama yang menyusun kitab kitab sahih setelah Bukhari dan Muslim. Dan mereka telah mengkategorikan bahwa (hadis) hasan dan sahih di posisi yang sama. Oleh karena itu, mereka memasukkan hadis hadis hasan dalam kitab kitabnya dan mereka menamakan sebagai hadis sahih. Mereka itu hidup setelah imam Tirmidzi, yang mana imam Tirmidzi adalah orang pertama yang menggunakan istilah hasan (baik) secaraakna terminologi. [3]
Maksud dari penjelasan di atas adalah, pembagian hadis menjadi tiga bagian itu hanya dalam pandangan Tirmidzi, sedangkan para ulama hadis lain menilai hanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu sahih dan da'if. Setelah itu para ulama hadis lain mendefinisikan bahwa hadis da'if adalah hadis yang derajatnya lebih rendah dibandingkan hadis sahih. Dan hadis hasan yaitu hadis yang perawinya tidak dituduh berbohong, tetapi memiliki banyak kekeliruan.
Pernyataan para ulama tentang keutamaan 'Ali Ibn Abi Thalib
Ketika menggambarkan sosok Ali serta riwayat riwayat mengenai keutamaan nya banyak sekali ulama Ahlussunah yang menjelaskan tentang hal itu sebagaimana pernyataan mereka yang terdapat dalam beberapa referensi dibawah ini diantaranya:
A. Dalam kitab Fath al-Bari Bi Sharah Sahih al-Bukhari tertulis:
قال أحمد و إسماعيل القاضي و النسائي و أبو علي النيسابوري: لم يرد في حق أحد من الصحابة بالأسانيد الجياد أكثر مما جاء في علي
Ibnu Hajar berkata bahwa “ Ahmad al-Qadi Ismail, al-Nasa'i dan Abu Ali al-Naysaburi mengatakan: Tidak Ada riwayat tentang keutamaan sahabat dengan sanad sanad yang istimewa melebihi riwayat tentang Ali ” [4]
B. Dalam kitab Yang Sama tertulis:
و أخرج ابن الجوزي أيضا من طريق عبد الله بن أحمد بن حنبل سألت أبي، ما تقول في علي و معاوية؟ فأطرق ثم قال: إعلم أن عليا كان كثير الأعداء، ففتش أعداؤه له عيبا فلم يجدوا...
Ibnu al-jauzi meriwayatkan dari jalur Abd Allah bin Ahmad ibn Hanbal “ aku (abd Allah) bertanya pada ayahku (Ahmad bin Hanbal) apa pendapatmu tentang Ali dan Muawiyah ? Maka beliau diam sejenak sambil menundukkan kepala, kemudian berkata ketahuilah sesungguhnya Ali memiliki banyak musuh dan musuh musuh nya mencari tentang keaiban dan kesalahannya namun merak tidak menemukan nya ” [5]
C. Dalam kitab Tarikh al-Khulafa karya al-Suyuti tertulis:
قال الإمام أحمد بن حنبل ما ورد لأحد من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الفضائل ما ورد لعلي رضي الله عنه
Imam Ahmad bin Hanbal berkata “ tidak ada riwayat tentang keutamaan seorang sahabat Rasulullah Saw seperti riwayat yang dituturkan untuk Ali Ra ” [6]
D. Sementara dalam kitab al-Futuhat al-makkiyyah karya Ibn Arabi tertulis:
قال تعالى : مثل نوره كمشكاة فيها مصباح فشبه نوره بالمصباح فلم يكن أقرب إليه قبولا في ذلك الهباء إلا حقيقة محمد صلى الله عليه وسلم المسماة بالعقل فكان سيد العالم بأسره وأول ظاهر في الوجود... و أقرب الناس إليه علي بن أبي طالب...
Allah swt berfirman “ perumpamaan dari cahaya Nya seperti tempat lampu yang di dalamnya ada pelita besar ” maka cahaya Nya menyerupai sebuah pelita besar, tidak ada yang paling dekat dengan Nya untuk diterima di alam Dhar kecuali hakikat Muhamamad Saw yang dinamakan dengan akal Dia adalah pemimpin seluruh alam dan pertama yang menjelma dalam wujud.. Dan manusia yang paling dekat dengan beliau adalah Ali Bin Abi Thalib” [7]
E. Demikian pula dalam kitab mu'jam al-Udaba' karya Yaqut al-Hamawi tertulis:
قال الزمخشري:
كثر الشك و الخلاف و كل ... يدعى الفوز بالصراط السوي فاعتصامي بلا إله سواه... ثم حبي لأحمد و علي فاز كلب بحب أصحاب كهف... كيف أشقى بحب آل نبي
Imam al-zamakhsyari berkata : “ telah banyak keraguan dan pertentangan dimana seluruhnya mengaku sukses dan berada di jalan yang lurus, adapun ke berpengakuanku Adalah Tidak ada Tuhan kecuali Allah Dan kecintaan ku pada Ahmad (Saw) dan Ali, sungguh beruntung seekor anjing karena kecintaan nya kepada Ashab al-Kahfi lalu bagaimana mungkin aku akan celaka dengan kecintaan kepada keluarga Nabi ” [8]
F. Dalam kitab mafatih Al Ghayb karya Al-Razi tertulis:
لا شك أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يحب فاطمة عليها السلام قال صلى الله عليه وسلم: فاطمة بضعة مني يؤذيني ما يؤذيها وثبت بالنقل المتواتر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه كان يحب عليا و الحسن والحسين و إذا ثبت ذلك وجب على كل الأمة مثله. .
tidak diragukan lagi bahwa Nabi Saw mencintai Fatimah as dan beliau bersabda Fatimah adalah belahan jiwaku telah menyakitiku siapa yang telah menyakitinya dan telah di tetapkan pula dalam riwayat yang mutawatir dari Rasulullah Saw sesungguhnya beliau juga mencintai Ali, Al-Hasan dan Al-Husein jika demikian halnya maka wajib bagi umat agar mencintai mereka ” [9]
Catatan Akhir:
[1] Ulama yang dimaksud adalah al-Hafiz Ibn Hajar ibn Khuzaymah, Ibn Hibban dan al-Hakim.
[2] Sumber: http://tiny.cc/ctx9hx (30/06/14)
[3] Sharif Hatim Ibn 'Arif al-'Awni Sharah al-Mawqizah cetakan pertama. (Dar Ibn al-Jawzi, 1427), 29, lihat juga di http://tiny.cc/wuy9hx (30/06/14)
[4] Ahmad ibn Ali Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari Bi Sharah Sahih al-Bukhari juz 7 (Cairo: Dar al-Hadith 2004), 82
[5] Ahmad ibn Ali Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari Bi Sharah Sahih al-Bukhari juz 7 (Cairo: Dar al-Hadith 2004), 121
[6] Jalal al-Din al-Suyuti, Tarikh al-Khulafa (Bayrut: Dar al-Fikr), 157
[7] Muhammad ibn Ali Ibn Muhamamad ( Ibn Arabi ) (w.638 H), al-Futuhat al-makkiyyah cetakan kedua juz 1 (Bayrut: Dar al-Kutub al-'ilmiyyah, 2006), 184
[8] Yaqut al-Hamawi mu'jam al-Udaba' cetakan pertama juz 6 ( Dar al-Qarbi al-islami, 1993), 2689
[9] Fakhr al-Din al-Razi, Mafatih Al Ghayb juz 14 (Bayrut: Dar al-Fikr, 2002), 167
Sumber: Hadis Hadis Sahih keutamaan Ali Ibn Abi Thalib, penyusun Tim al-Mubarakah

No comments:
Post a Comment