Babul Ilmi

Gerbang Segala Ilmu

Sunday, November 25, 2018

Ibuku Buta Dan Beragama Nasarani

| Sunday, November 25, 2018
Gambar: Ilustrasi
Zakariya bin Ibrahim adalah salah seorang yang berpindah agama, dari Nasrani ke islam (Muallaf). Dia datang menemui Imam Ja’far Shadiq (salam atasnya) di kufah dan berkata, “saya punya seorang ibu yang sudah tua dan beragama Nasrani.”

Beliau berkata. “perhatikanlah ibumu dan berbuat baiklah padanya, dan jika dia meninggal dunia, janganlah kau sserahkan jenazahnya kepada orang lain dan engkau sendiri yang harus memandikan, mengafani, dab menguburkannya.”

Ketika kembali dari kkufah dan berjumpa dengan ibunya, Zakariya berusaha menjalankan perintah Imam Ja’far Shadiq dan menampakkan kecintaannya yang sangat luar biasa kepada ibunya. Melihat perhatian putranya yang berlebihan itu, dia bertanya kepada Zakariya, “Anakku, saat masih dalam agama Nasrani, engkau tidak memperlakukankku seperti ini. Apa yang membuatmu begitu kokoh untuk berkhidmat kepada ibu.”

Zakariya berkata, “Imamku yang termasuk keturunan Rasulullah Saw telah memerintahkanku untuk berkhidmat kepada ibu.”

Ibunya bertanya,”Apakah orang ini nabi, sehingga berwasiat kepadamu seperti ini?.”

Zakariya menjawab, “Kenabian telag berakhir pada Nabi Muhammad Saw dan tidak ada lagi nabi setelah beliau; yang memerintahkanku itu adalah seorang diantara keturunannya dan salah sseorang di antara Imam Imam kami, kaum syiah.”

Ibu Zakariya berkata, “Putraku, Islam adalah sebaik-baik agama yang telah kau anut, karena itu ajarkanlah agama itu padaku agar aku bisa memeluk agama yang kau anut itu.”

Zakariya menjelaskan dua kalimat Syahadat dan meminta ibunya mengucapkan dua kalimat tersebut. Setelah itu, dia mengajarkan kepada ibunya sseluruh keyakinan keagamaan serta tuntunan-tuntunan praktisnya.

Setelah menunaikan shalat zuhur dan asar, ssserta beberapa saat setelah mennunaikan shalat maghrib dan isya, Ibu Zakariya malam itu juga menghadapi sakaratul maut. Dalam kondisi itu, dia berkata kepada anaknya, “Ulangilah sekali lagi apa yang telah kau ajarkan padaku.”

Zakariya menuruti kemauan ibunya hingga sang ibu menemui ajalnya.”

Sumber: Kisah ayah & ibu, hal.57-59

Related Posts

No comments:

Post a Comment