Pandangan Al-Farabi tentang Kenabian
Tentang pemimpin dalam Masyarakat Utama (al-madinah al-fadhilah), Al-Farabi menuliskan:
كان هذا الإ نسان هو الإنسان الذي حلّ فيه العقل الفعّال.
واذا حصل ذلك فى كليh جز ءي قوته النا طقة وهما النظرية والعملية ثم فه قوته المتخيّلة كأن هذا الإنسان هو الذي يوحي إليه، فيكون اللّه عذّ وجلّ تو حى إليه بتو سّط العقل الفعّال يفيضه العقىل الفعّال إلى عقله المنفعل بتو سّط العقل المستفاد ثم إلى قوته المتخيّلة، فيكون بما يفيض منه إلى عقله المنفعل حكيما فيلسوفا ومقبلا على التمام < بعقل فيه الإ لهىُّ> وبما يفيض منه إلى القوة المتخيّلة نبيّا ومنذرا بما ثيكون ومخبرا بما هو الآن من الجذ ىٔيات بوجود [ يعقل فيه الإلٰهيات] وهذا الإنسان فى أكمل مراتب الإنسانية وفى أعلى درجات السعادة وتكون نفسه كالمت متحدة بالعقل الفعّال على الوجه الذى قلنا وهذا الإنسان هوالذى يقف على كل فعل يمكن أن يبلغ به السعادة
"... Manusia ini adalah manusia yang kepadanya akal aktif telah diturunkan.
"Ketika ini muncul pada kedua fakultas rasionalnya, yakni fakultas rasional teoretis dan praktis, juga fakultas imajinasinya, maka adalah manusia ini yang menerima wahyu, dan Allah 'Azza wa Jalla mewahyukan kepadanya melewati perantara Akal Aktif (al-'aql al-fa'al), sedemikian rupa hingga emanasi dari Allah tabaraka wa ta'ala kepada al-'aql al-fa'al tersebut ('aqluhu al-munfa'al) terjadi melalui perantara Akal Perolehan (al-'aql al-mustafad), dan kemudian kepada daya imajinasi. Maka, ia adalah----melalui emanasi bijak dan filosof dan pemikir yang sempurna (dengan akal yang di dalamnya bersifat ilahiah), dan melewati emanasi emanasi dari akal aktif (al-'aql al-fa'al) kepada daya imajonasinya adalah nabo yang mengingatkan ihwal hal-hal yang akan terjadi dan mengabarkan hal-hal partikular yang ada saat ini.
"Manusia ini berada dalam derajat kemanusiaan yang paling sempurna dan telah mencapai derajat kebahagiaan yang tertinggi.
"Jiwanya menyatu dengan akal Aktif (al-'aql al-fa'al) (sebagaimana sebelumnya) dengan suatu cara yang telah kita kemukakan (dijelaskan Al-Farabi dalam bab sebelumnya). Ia adalah manusia yang mengetahui tiap perbuatan yang dengannya kebahagiaan bisa diraih." []
Sumber: Hamid Muhammad, Prophethood For Teens; Falsafah & Risalah Kenabian dalam Islam (Bandung, Penerbit Marja) 2017

No comments:
Post a Comment